Monday, 4 January 2016

Daftar Harga Burung Cendrawasi Terbaru 23-10 2016

Harga Burung Cendrawasi Terbaru 2015
Daftar Harga Burung Cendrawasi Terbaru Bulan Januari 2016
Harga Burung Cendrawasi Terbaru 2016; www.bandarkicau.blogspot.com





Daftar Harga Burung Murai Batu Anakan Terbaru Bulan 23-10-2016

Daftar Harga Burung Murai Batu Anakan  Terbaru Bulan Januari 2016
 Murai batu merupakan anggota dari keluarga Turdidae yang dikenal dengan burung yang memiliki suara kicauan merdu, unik, dan bervariasi. Kicauannya mampu menyejukkan hati pemiliknya, apalagi di setiap hari biasanya burung ini gemar bergicau. Biasanya dalam acara kontes, burung madu juga tak lupa diikutsertakan dan peminatnya pun juga sangat banyak. Dan perlu anda ketahui bahwa harga burung murai batu juga lumayan stabil berkisar antara 200 ribu hingga 3 jutaan rupiah. Jadi bagi sobat murai batu mania yang ingin mengetahui daftar harga murai batu terbaru bulan ini, maka bisa simak informais selengkapnya berikut ini: www.bandarkicau.blogspot.com




Jenis Murai Batu
Harga
Murai Batu Medan Trotolan Hutan Jantan
Rp. 3.750.000,- s/d Rp. 1.700.000,-
Murai Batu Nias
Rp. 2.750.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu Aceh Trotolan Hutan Jantan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.800.000,-
Murai Batu Aceh Hutan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu Nias Raja Trotolan
Rp. 2.500.000,- 
Murai Batu Nias Ekor Hitam
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Trotolan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Hutan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 1.500.000,-


Daftar Harga Burung Jalak 2016

Daftar Harga Burung  Jalak Bali Terbaru Bulan Januari 2016


Berikut ini kami akan menyampaikan informasi tentang Jenis Jenis Burung Jalak yang ada di indonesia. Disini Ada 5 jenis burung jalak yang akan kami sampaikan, burung jalak yang kami sampaikan merupakan burung jalak yang paling diminati oleh para pecinta burung...

1. Jalak Suren;www.bandarkicau.blogspot.com

Jalak Suren
 
Jenis burung jalak ini bisa anda temukan hamper diseluruh Indonesia, terutama pulau bali, Sumatra, dan juaga burung ini tersebar di berbagai Negara seperti Bangladesh, kamboja, cina, india, laos, Pakistan dan tahiland.
2. Jalak Bali
Jalak Bali

Jenis burung ini adalah jenis burung yang sangat sulit ditentukan jenis kelaminnya, karena jenis antara kelamin jantan dan betina ke duanya sangat mirip. Sehingga sangat sulit membedakannya. Jalak bali ini sangat langka dan merupakan jalak yang paling banyak diminati karena harganya yang sangat mahal. Burung jalak ini  di lindungi oleh pemerintah agar tidak mengalami kepunahan.
3. Jalak Thailand
Jalak Thailand

Jalak Thailand ini dikenali dengan sebutan jalak hongkong. Ukuran tubuh jalak hailand ini lebih besar dan lebih panjang dari jenis jalak lokal lainnya seperti jalak suren, jalak putih, maupun jalak bali yang fisiknya tergolong besar.
4. Jalak Putih
Jalak Putih

Jenis burung ini bukan termasuk burung kicauan biasa, dan merupakan jenis burung yang tidak bisa dipelihara oleh sembarang orang. Jalak putih ini mempunyai penampilan dan suara yang sangat bagus. Keberadaan burung ini dilindungi oleh undang-undang nasional dan internasional karena populasinya yang semakin menipis, bahkan nyaris tidak berkembang biak di habitat aslinya.
5. Jalak Nias
Jalak Nias
 jalak nias ini merupakan salah satu anggota keluarga jalak – jalakan yang cukup populer di Negara Indonesi. Di beberapa negara, burung ini mengalami perkembangan populasi yang luar biasa, bahkan menjadi persoalan tersendiri sehingga kerap dijuluki sebagai burung hama.




Daftar Harga Burung Cucak Rowo Terbaru2016


Daftar Harga Cucak rowo Terbaru 2015
Daftar Harga Burung Cucak Rowo  Terbaru Bulan Januari 2016

Memilih Cucak Rowo yang Bagus -  Memang dalam setiap individu burung itu terdapat perbedaan dan yang bisa dibilang mempengaruhi kualitas burung, karena memang ada tanda-tanda alami dari burung yang tidak biasa tersebut.mungkin untuk mengetahui ciri-ciri bagi pemelihara burung senior cukup mudah, namun bagi yang pemula akan sangat kesulitan karena pengalaman dan pengetahuan yang belum memadai.
Nah buat anda yang ingin membeli piyik atau anakan sekaligus bakalan dari cucak rowo ini , sebaiknya anda pelajari dahulu , demi mendapatkan cucak rowo berkualitas yang sesuai dengan harapan, karena memang burung dengan kualitas ini akan sangat sulit didapat, dan untuk mengetahuinya tersebut mari kita simak dibawah ini :

  • Cucak rowo yang bagus ada tanda yaitu kepala agak besar dan bulat, dahi menonjol
  • Paruhnya kokoh dan tebal
  • Paruhnya panjang 
  • Leher terlihat panjang dan pada pangkalnya mengembang
  • Lubang hidung yang tidak terlalu lebar serta terlindungi oleh bulu hidungnya
  • Kaki memiliki cengkraman yang kuat
  • Dada bidang dan punggung sedikit bongkok
  • Bulu sayapnya panjang
  • Bulu dada pilih yang mengkilap
  • Dan pilih juga yang ekornya panjang meruncing kecil ke ujungnya.
Demikianlah Ciri-Ciri Burung Cucak Rowo Bagus, semoga anda bisa mendapatkan burung cucak rowo yang bagu sesuai dengan harapan.

Berikut adalah daftar harga burung cucak rowo bulan januari 2016

  • Harga Burung Cucak Rowo sumatera umur 3-5 bulan - Rp 2.700.000
  • Harga Burung Cucak Rowo sumatera sepasang umur 17-20 bulan - Rp 16.000.000
  • Harga Burung Cucak Rowo kalimantan umur 12 bulan - Rp 4.700.000
  • Harga Burung Cucak Rowo kalimantan sepasang umur 17-20 bulan - Rp 15.000.000
  • Harga Burung Cucak Rowo kalimantan umur 3-4 bulan - Rp 2.300.000
  • Harga Burung Cucak Rowo sumatera umur 1-2 bulan - Rp 1.200.000
  • Harga Burung Cucak Rowo sumatera umur 12 bulan - Rp 4.800.000
  • Harga Burung Cucak Rowo kalimantan umur 4-5 bulan - Rp 2.500.000



Daftar Harga Burung Murai Batu Anakan Terbaru 2016

Daftar Harga Burung Murai Batu Anakan Terbaru Bulan Januari 2016
 Murai batu merupakan anggota dari keluarga Turdidae yang dikenal dengan burung yang memiliki suara kicauan merdu, unik, dan bervariasi. Kicauannya mampu menyejukkan hati pemiliknya, apalagi di setiap hari biasanya burung ini gemar bergicau. Biasanya dalam acara kontes, burung madu juga tak lupa diikutsertakan dan peminatnya pun juga sangat banyak. Dan perlu anda ketahui bahwa harga burung murai batu juga lumayan stabil berkisar antara 200 ribu hingga 3 jutaan rupiah. Jadi bagi sobat murai batu mania yang ingin mengetahui daftar harga murai batu terbaru bulan ini, maka bisa simak informais selengkapnya berikut ini: www.bandarkicau.blogspot.com




Jenis Murai Batu
Harga
Murai Batu Medan Super Buntut 30cm
Rp. 3.750.000,- s/d Rp. 1.700.000,-
Murai Batu Nias
Rp. 2.750.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu Aceh Trotolan Hutan Jantan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.800.000,-
Murai Batu Aceh Hutan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu lahat
Rp. 2.500.000,- 
Murai Batu Nias Ekor Hitam
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Trotolan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Hutan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 1.500.000,-


Daftar Harga Burung Murai Batu Terbaru 2016

1. Murai Batu Medan; Daftar Harga Burung Murai Batu Terbaru Bulan Januari 2016
Murai Batu Medan

Burung ini banyak ditemukan di daerah Bukit Lawang, Bohorok, kaki Gunung Leuser wilayah Sumatra Utara atau di medan, makanya penamaan murai ini di tambahkan dengan daerah asalnya. Murai Medan adalah burung kicau yang kicaunya termasuk paling baik di antara jenis murai batu lainnya. Mempunyai badan yang besar dengan ukuran panjang kurang lebih diantara 27-30 cm. Murai Batu medan ini hingga saat ini masih menjadi primadona dan terus dicari penggemar Murai batu walau sudah mulai langka karena banyak diburu para penghobi. Tak jarang pedagang yang nakal mengatakan murai yang mereka jual adalah ” Murai-Medan”, Agar dagangannya cepat laku, jadi untuk para pembeli berhati-hati yah. Ciri-ciri murai medan adalah :
  • Mempunyai ekor tipis-lentur melengkung kebawah, sekitar 27- 30 cm.
  • Variasi lagu kicauan indah & banyak.
  • Daya tempur dahsyat-ngotot-mental baja dengan volume dan variasi suara diatas rata-rata.

2. Murai Batu Nias
Murai Batu Nias



Dinamakan murai batu nias karena burung ini sering terlihat di Kepulauan Nias, Sabang. Ciri yang khas dari murai nias in adalah warna ekornya yang berwarna hitam semua tidak ada bulu putih seperti burung murai lainnya. Murai Nias mempunyai volume yang keras. Mental tarung bagus dan juga variasi suara yang banyak, Namun jika di tarungkan dengan murai lainnya (ekor hitam-putih) sering kali kalah mentalnya.
3. Murai Batu Lahat
Murai Batu Lahat

Ukuran badan tidak terlalu besar. Panjang ekor sekitar 19 – 23 cm. Ekornya ada tipis dan tebal. Variasi suara yang banyak seperti urai lainnya. Mental Bagus.

4. Murai Batu Aceh
Murai Batu Aceh
 5. Murai Batu Lampung
Murai Batu Lampung
 Burung ini mempunyai ekor cukup pendek sekitar 12 – 18 cm dan biasanya keras dan kaku. Mempunyai daya tempur yang cukup bagus. Mentalnya bisa sangat bagus jika perawatannya benar. Variasi suara dasar cenderung ngeban atau mengulang suara yang sama berkali-kali, perlu pemasteran yang baik untuk menutupi kelemahannya. Kelebihan yang menonjol diantara urai lainnya yaitu staminanya saat bertanding, murai lampung cenderung mempunyai stamina yang baik ( tidak mudah lelah) dalam melantunkan lagu-lagu ngerol, tonjolan (besetan) dalam waktu lama. Gaya saat bertarung kurang, tidak seperti murai ekor panjang yang mempunyai gaya-gaya tertentu saat berkicau.
6. Murai Batu Borneo ( Kalimantan)
Murai Batu Borneo ( Kalimantan)
 Murai Borneo memiliki panjang ekor sekitar 8 – 13 cm. Ciri khasnya yaitu pada saat bertarung dengan murai lain dadanya akan membusung/menggelembung seperti menunjukan ‘kejantanannya’ dan akan terlihat gagah. Mempunyai sifat yang lebih agresif atau galak dan terkesan ngotot. Kicauannya cenderung “ngeban” ( mengulang kicauan yang sama ) dan suaranya agak “mendem” (kurang kristal atau tidak nyaring). Di lapangan kontes, murai borneo dipisah dan mempunyai kelas tersendiri.



 Daftar Harga Murai Batu Terbaru 2015

Jenis Murai Batu
Harga
Murai Batu Medan Super Buntut 30 cm
Rp. 3.750.000,- s/d Rp. 1.700.000,-
Murai Batu Nias
Rp. 2.750.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu Aceh Trotolan Hutan Jantan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.800.000,-
Murai Batu Aceh Hutan
Rp. 2.500.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
Murai Batu Nias Raja Trotolan
Rp. 2.500.000,- 
Murai Batu Nias Ekor Hitam
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Trotolan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 2.000.000,-
Murai Batu Nias Ekor Hitam Hutan
Rp. 2.700.000,- s/d Rp. 1.500.000,-


Saturday, 2 January 2016

Indie Book Corner: Wick: The Spark Form Chronicles book 1 by Matt Doyle

Highly original, well written fusion of disparate ideas. Ties for the most creative book I’ve read this year along with Exurbia, by Alex McKechnie. 

http://www.amazon.com/WICK-Spark-Form-Chronicles-Book-ebook/dp/B011SG7TYO/ref=cm_cr_pr_product_top?ie=UTF8


Wick is what happens when you take wrestling...



...esports... 



...cyberpunk... 



...and of all things, Yugioh... 



And mix it in a blender on the highest setting. You’d think you’d get a mess with such a mix, but instead you get something quite rare and even a tad beautiful.

Wick starts in a very confusing way as we’re dropped right into the action with no explanations given. And the action we’re dropped into is...a beauty pageant...no it’s a setup for a wrestling match or something? Oh, it’s...a card game?

Though not clear at first, it’s soon revealed that all the POV characters are a part of some vast and very popular tournament style eSport called Spark Forming. This futuristic eSport uses digital cards as a medium to summon impressively dangerous and beautiful looking beasts and humanoids that do battle in digital arenas. Each of the tournament combatants has his or her own POV, with the exception of two or three characters. And there are certainly some memorable POVs and other characters in the book.


The Plot 


Here’s hoping that I succeed in not ruining or spoiling anything here. The plot revolves around several different mysteries as each character has his or her own reasons for participating in the tournament. Though what each character presents on the surface is not always their true intentions. On the surface everyone is in the tournament for fame, glory, and prize money. Though most of their goals seem to be for things outside the arena. It’s revealed that there is much more going on behind the scenes and Spark Forming may not be as innocent and fun as the world thinks it is. I think that’s all I can say without spoiling too much. It’s vague, I know, but each reveal in the plot was major to me so I reeeeeallly don’t want to spoil anything for anyone else. I’ll just add that there’s some really good character drama that heats up from the middle to the end and the plot comes together nicely as each character’s earlier behaviors are given more light.


The Arena Battles 


The futuristic eSport known as Spark Forming has several unique components to it that made it very unique to me. The first has to be the player entrances. Some of my favorite scenes in the book came from these entrances, which were reminiscent of professional wrestling to me. Each player would have their own music that was presented in this way:

Song: Came Out Bruised (But Still Breathing) 
Band: Addicted to my Rut 
Genre: Grunge” 

And then once the player is out and ready to start the match you have EPIC summoning descriptions for the Spark Forms like:

His scales, rippling gently as he breathes, glow a deep, fiery red, Punctuated only by the curious black markings adorning his back and tail. Dark as a starless night, they run the length of his body, forming a line of symmetry for the scimitar-like patterns that trace paths out from the spine.”

Then there are the battles themselves which are far faster, more ferocious, and bloodier than I imagined they’d be. The players themselves experienced some sort of fatigue from the battles along with their Spark Form creatures as each battle required them to be “plugged in” and to use much of their own fortitude along with physical and mental dexterity.

I liked the strategies formed for these matches and thought that the play-by-play by the announcers was a clever way to teach the reader how the game is played. I will say that this is where the book’s lack of exposition hurts it the most. These battles would be much more enjoyable if the ground rules were laid before many of these battles took place. Since I didn’t know how the game was really even played, I never had any sense as to who would win or lose until the very end, so I was never on the edge of my seat for any of the battles. It was more like watching a laser light show until the end and finally going “that was neat,” at the end of it. So I hope more is explained about the card game itself in future books. Maybe even a card list so that we can take note of potential strategies ahead of time. Even with that said, the creativeness of the battles was enough to enthrall me and those were some of the chapters I read through the quickest.


The Characters. 


Going hand in hand with the book’s uniqueness is the strength of each of Wick’s characters. As I said before there are many POVs in Wick, about five or seven if my memory serves and each character brings a unique perspective and rationale to the story. There were a few that I thought I’d dread reading in the beginning, but by the middle I must say that everyone had chapters that I looked forward to. It was mostly to unlock further mysteries in the story which everyone had fragments of, but I was surprised that a book with this many POVs didn’t really offer any weak links for me. Even A Song of Ice and Fire had those Sansa chapters that I freaking HATED, and many of the POVs in A Feast for Crows felt dry and pointless to me, but here, even with so many characters, I had a good time. If you’re anything like me you’ll really become a fan of John Forrester who’s just a fun character in every sense of the word. I kind of want to say more, but I prefer to leave some surprises.


The Quick and Dirty 


Dislikes: 


-Confusing beginning. A lot is being said without much context. You don’t know if you’re reading about a pageant, a card game, or wrestling.

-The extra POVs in the beginning only added to the confusion.

-Could use some better explanations on the cards and the game mechanics to get you more invested in the card game. -The game isn't explained clearly enough in the first few matches forcing you to pay close attention to each match to understand how its played.


Likes: 


+Cool mix of wrestling and Yugioh or whatever combat card game you like. I really liked the on-camera dramatic “promos.” It felt like the 80’s all over again.

+Highly imaginative.

+Cool characters.

+Loaded with intelligence at every turn including characters, dialogue, plot, and much more. +The wrestling references are too good.

+Brilliant creature design and fight choreography.

+eSports taken to the next level.

+Solid characterization.

+The announcers are a clever source of exposition.

+Spark form action is bloody brutal fast and intense. +In depth ideas and concepts, very well thought out, with great execution.

+John Forrester is a brilliant character. So are many others, but he is by far my favorite.

All in all, I have to say that I absolutely loved this book.  It was one that I had received by the author for review, but I have to say that it's a series that I look forward to reading more of.  My interest has been piqued with the mysteries, I have come to like the characters very much, and it's a unique world that I am interested in seeing more of.  I'll definitely be reading the sequels.  Don't just take my word for it.  Check out the book for yourselves with the links below.

Author's website: http://mattdoylemedia.com/
eBook: http://www.amazon.com/gp/product/B011SG7TYO
Paperback: http://www.amazon.com/Wick-Spark-Form-Chronicles-1/dp/1517128714/